Cara Membaca Simbol dan Metafora dalam Film untuk Pemula

Buku catatan dan pena di kursi bioskop redup untuk mencatat simbol dalam film

Simbol dan metafora dalam film muncul lewat objek, warna, bunyi, atau gerak kamera yang diulang dengan sengaja. Untuk membacanya, kamu tidak perlu latar belakang teori film; cukup menandai apa yang muncul lebih dari sekali, lalu menghubungkannya dengan konflik tokoh. Langkah-langkah di bawah ini bisa dipakai saat menonton pertama dan dipertajam pada tontonan kedua.

Siapkan Alat Tangkap Catatan Sebelum Menonton

Simbol paling mudah hilang dari ingatan karena ia jarang diumumkan sebagai simbol. Siapkan catatan sederhana dengan kolom waktu, gambar, dan dugaan makna. Formatnya bisa seperti ini:

00:12:40 | cermin retak di kamar mandi | tokoh menghindari diri sendiri
00:48:02 | cermin retak muncul lagi | pola belum selesai

Saat menonton di rumah, jeda di tengah tidak merusak pengalaman. Saat menonton di bioskop, catat setelah film selesai, bukan di tengah adegan. Cara menulis seperti ini juga dipakai ketika kamu menyusun catatan kritik film setelah menonton, tetapi di sini fokusnya lebih sempit: hanya benda, warna, bunyi, dan gerak.

Tandai Objek yang Muncul Lebih dari Sekali

Pengulangan adalah petunjuk paling jujur. Sebuah jam dinding yang muncul di tiga adegan berbeda hampir pasti bukan kebetulan dekorasi. Tulis kapan objek itu muncul, siapa yang menyentuhnya, dan apa yang berubah dari kemunculan pertama ke terakhir. Simbol biasanya bergerak: dari utuh menjadi rusak, dari terbuka menjadi tertutup, dari dipegang menjadi ditinggalkan.

Perhatikan juga siapa yang memegang objek itu. Cangkir yang sama bisa berarti kedekatan saat dipegang ibu, dan berarti kehilangan saat diletakkan di meja kosong. Perubahan pemegang sering menandai pergeseran hubungan antartokoh.

Baca Warna sebagai Bahasa, Bukan Hiasan

Banyak film memakai satu warna untuk satu kondisi batin. Merah bisa berarti ancaman, bisa juga gairah; yang menentukan adalah konteks adegan dan siapa yang mengenakannya. Kalau kamu baru mulai, pilih satu warna dan ikuti kemunculannya sepanjang film. Catat apakah warna itu selalu muncul di ruangan yang sama, atau mengikuti tokoh tertentu.

Perhatikan juga warna yang hilang. Film yang memulai dengan palet hangat lalu berubah pucat di paruh kedua biasanya menyampaikan perubahan suasana tanpa dialog. Pergeseran palet seperti ini kerap berkaitan dengan gaya penyutradaraan yang konsisten, dan kamu bisa membandingkannya dengan pola sutradara lain lewat panduan memahami gaya penyutradaraan dalam film.

Amati Cermin, Jendela, dan Bingkai di Dalam Gambar

Cermin memantulkan tokoh, jendela memisahkan tokoh dari dunia luar, dan pintu membatasi ruang. Ketiganya sering dipakai untuk menunjukkan apa yang disembunyikan tokoh. Kalau kamera sengaja menempatkan tokoh di tepi bingkai atau di balik kaca, tanyakan apa yang terhalang: wajahnya, tangannya, atau lawan bicaranya.

Cara membaca ini sejalan dengan teknik membedah adegan pembuka, karena bingkai pertama biasanya sudah menetapkan aturan visual yang dipakai sepanjang film. Langkah lengkapnya ada di cara membedah makna adegan pembuka film.

Dengarkan Bunyi dan Keheningan

Simbol tidak hanya visual. Suara mesin, hujan, atau radio yang menyala di waktu yang tidak tepat bisa menandai tekanan batin. Perhatikan kapan musik berhenti. Keheningan yang tiba-tiba di tengah percakapan biasanya menandakan ada hal yang tidak diucapkan. Catat juga suara yang berulang di luar layar, karena bunyi dari luar bingkai sering menjadi penanda bahaya atau kenangan.

Untuk film yang memakai efek visual sebagai bagian dari simbol, misalnya kabut atau pantulan yang dibentuk secara digital, kamu bisa melihat bagaimana teknik lama masih dipakai di produksi modern melalui ulasan tujuh teknik efek visual klasik yang masih dipakai di film modern.

Hubungkan Simbol dengan Konflik Tokoh

Simbol yang tidak terhubung dengan konflik tokoh hanya menjadi teka-teki kosong. Setelah menonton, tulis satu kalimat tentang masalah utama tokoh, lalu periksa objek dan warna yang kamu catat. Apakah simbol itu muncul saat tokoh mendekati masalah, atau saat ia menghindarinya? Pola seperti ini lebih meyakinkan daripada menafsirkan simbol berdasarkan perasaan semata.

Kalau kamu sudah terbiasa menilai akting, hubungkan juga reaksi pemain terhadap objek simbolik. Tatapan yang tertahan pada sebuah benda sering memberi petunjuk lebih kuat daripada dialog. Prinsip serupa dipakai dalam cara menilai akting film secara objektif, yaitu mengamati perilaku di layar, bukan reputasi pemain.

Praktikkan pada Film Pendek atau Serial

Untuk pemula, film pendek dan episode serial lebih ramah karena durasinya singkat dan polanya lebih mudah diikuti. Pilih satu episode, catat tiga simbol, lalu tulis dugaan maknanya dalam dua kalimat. Bandingkan dengan episode berikutnya. Kalau simbol yang sama muncul dengan makna berbeda, berarti kamu sudah menemukan cara film itu berbicara.

Latihan ini juga membantu saat membaca film dunia yang punya konteks budaya berbeda. Ketika simbol lokal sulit dipahami, kembali ke fungsi naratifnya: apa yang berubah pada tokoh setelah simbol itu muncul. Untuk manga pendek sebagai bahan latihan membaca pola cerita, ada daftar manga pendek yang cepat tamat untuk pemula yang bisa dipakai melatih kebiasaan menandai pengulangan.

Ringkasan

Membaca simbol dan metafora dalam film berjalan lewat empat kebiasaan: mencatat objek berulang, mengikuti satu warna, memperhatikan bingkai dan cermin, serta mendengar bunyi dan keheningan. Hubungkan semua temuan dengan konflik tokoh agar tafsiranmu punya dasar. Mulai dari satu film pendek, lalu naik ke film panjang setelah polanya terbaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah setiap objek dalam film pasti simbol?

Tidak. Sebagian besar benda di layar hanya properti untuk mengisi ruang. Objek layak dicurigai sebagai simbol ketika muncul berulang, difokuskan kamera, atau disentuh tokoh pada momen penting.

Bagaimana kalau tafsiranku berbeda dari kritikus lain?

Perbedaan tafsiran wajar selama kamu bisa menunjukkan bukti dari adegan: waktu kemunculan, perubahan bentuk, dan reaksi tokoh. Tafsiran yang disertai bukti lebih kuat daripada yang hanya mengandalkan kesan.

Apakah perlu menonton dua kali untuk membaca simbol?

Tidak selalu. Pada tontonan pertama, catat saja apa yang mencurigakan. Tontonan kedua membantu memastikan pola, tetapi film pendek sering cukup sekali tonton jika kamu mencatat dengan rapi.